Saturday, April 30, 2011

jalan-jalan tanpa perencanaan matang

posted on facebook Friday, March 4, 2011


Semua berawal dari hobi berburu buku murah :) Yup! Saya cukup rajin ngecek website Singapore Expo untuk meliat jadwal kapan ada bazaar buku murah. Di bazaar itu saya lihat buku-buku Lonely Planet dijual dengan harga cuma 7SGD! Kalap lihat barang murah langsung saya ambil sekitar 30 buku. Ada kali 4 jam saya ngendon disitu milih-milih mana buku yang mau dibeli karena kalau beli 30 sama saja bikin miskin hehe...

Dengan berat hati saya kembalikan buku-buku lain dan beli 10 buku tentang negara-negara di Asia tengah, Balkan dan Eropa timur. Buku-buku itulah yang menemani saya di bus kalau pulang kantor. Bacanya cuma sebentar tapi membayangkan bisa jalan-jalan itu yang lama hehe... Ada beberapa negara yang ingin saya jelajahi. Eropa jelas tidak masuk daftar karena selain mahal pulang dari sana bikin saya melow abis.

Tanggal 21 Nov 2010 email saya error lagi. Kalau saya klik buka email baru yang muncul email lama yang sudah dihapus. Biasanya kalau sudah begini langsung saya sign out tapi entah kenapa malam itu saya dengan sabar membaca email lama itu sampe selesai. Dan inilah yang membawa saya ke Eropa! Email dari milis backpacker itu isinya info tentang promo Air Asia yang buka penerbangan KL-Paris mulai tanggal 14 Feb 2011. Tiket mulai on sale jam 6 pagi tanggal 22 Nov 2010. Artinya saya cuma punya waktu semalam untuk memutuskan mau ikut rebutan promo ini atau tidak.



Malam itu saya cek harga tiket maskapai lain. Pengennya one way berangkat dengan maskapai lain terus baliknya dari Paris dengan Air Asia. Cuma tiket ke Eropa kalau one way itu mahalnyaaaa... bikin tiket Air Asia promo jadi tidak terasa murahnya. Selain harga tiket ada pertimbangan lain yang membuat saya ragu yaitu urusan VISA! Repot sih tidak terlalu cuma biayanya itu lho yang cukup menguras kantong. Selain biaya visa mesti keluar uang untuk beli asuransi, bank statement dan ongkos taxi!

Pagi tanggal 22 Nov 2010 tepat jam 6 saya buka websitenya Air Asia. Tiket ke Paris untuk tanggal 14 Feb 2011 cuma seharga 99SGD! Wuuaahhh murah banget kan... tapi karena saya kelamaan mikir dan sudah tanggung jam pergi kerja jadi baru di kantor saya buka lagi dan ternyata harganya udah sekitar 300SGD :( akhirnya saya ganti pergi tanggal 16 Feb 2011 yang harganya masih murah tapi pas booking gagal terus karena... uang di tabungan tidak cukup hahaha... terus setelah saya memindahkan uang dari rekening lain ke rekening yang ada kartu debitnya saya cek lagi booking saya tapi sudah hilang soalnya sudah lebih dari 2 jam. Akhirnya saya ganti tanggal baliknya dan dapat dengan harga sekitar 650 SGD. Itu KL-Paris lho ya... tadinya Singapore-KL atau KL-Singapore saya mau naik bus atau kereta. Tapi tidak jadi wong jauh lebih repot bawa-bawa tas pas di imigrasi.

Tiket ditangan, saya menghubungi mbak Yayuek untuk minta surat undangan untuk urus visa. Respond mbak Yayuek super dupet cepet. Tau-tau undangan asli sudah sampai di kantor. Big thank to mbak Yayuek :)

Tiket sudah ada, undangan ada tapi saya bingung lagi. Apalagi kalau bukan soal uang! Saya mengandalkan bonus imlek untuk trip kali ini tapi kan tetap harus ada uang di tabungan sebagai syarat urus visa. Saya kontak Cai untuk menginvestasikan dolarnya di rekening saya. Investasi tanpa ada hasil haha... dengan suntikan dana siluman dari Cai saya sudah mantap untuk segera urus visa. Tapi tanggung karena saya mesti pulang akhir desember jadi saya tunda visanya. Setelah mudik saya langsung memasukan aplikasi visa termasuk meninggalkan pasport di kedutaan Belanda tapi suatu hal buruk terjadi. Saya harus pulang lagi!

Visa belum jadi pasport sudah saya ambil. Waktu itu saya sudah tidak memikirkan soal visa lagi. Ada hal yang jauh lebih penting yang mesti saya utamakan. Ketika balik lagi ke Singapore visa sudah jadi tapi saya tetap harus ninggal pasport paling tidak 3 hari lagi untuk ditempel sticker visa. Bertanya-tanya sebenernya ngapain juga nempel sticker butuh waktu 3 hari... cuma tidak usah ditanyakan karena kedutaan punya sejuta alasan itupun kalau mau jawab...

Visa sudah nempel di pasport tapi lagi-lagi saya ragu antara pergi atau tidak pergi. 2 minggu rencana saya di Eropa dan selama itu bisa saja terjadi hal-hal buruk yang mengharuskan saya untuk pulang lagi. Nah kalau mesti pulang mendadak dari Eropa saya tidak yakin bisa. Tidak yakin punya uang untuk beli tiket yang harganya selangit tepatnya. Jadi sampe seminggu sebelom tanggal keberangkatan saya masih belum punya rencana apa-apa untuk trip ini.

Saya telephone rumah minta pertimbangan untuk pergi atau tidak. Bapak menjawab: 'Pergi aja! Jangan khawatir! Cari pengalaman sebanyak-banyaknya' Benar-benar deh my father the hero! Lampu hijau dari rumah menyala, saya langsung tancap gas cek sana sini, cari info mana saja yang mau dijelajahi. Gila?! Yup! Dalam seminggu saya mesti memutuskan mau kemana saja, naik apa dan menginap dimana. Bukan perkara gampang merencanakan perjalanan karena WINTER!! Apalagi dengan budget minim saya mesti muter otak berkali-kali sebelum memutuskan sesuatu. Membandingkan harga tiket pesawat, kereta api, bus dan menimbang untung ruginya dari sisi waktu dan tenaga juga KEAMANAN!

Saya dengan terpaksa skip rencana ke Krakow Polandia karena kereta api dari Bratislava ke Krakow jadwalnya nanggung dan dari Krakow ke Berlin mesti transfer beberapa kali. Kalau bukan winter mungkin saya mau naik kereta malam karena bakal lebih irit karena tidak perlu menginap di hostel. Tapi winter... buat saya sama saja bunuh diri. Malam-malam nongkrong di peron stasiun! Selain itu stasiun di Eropa jadi tempat bermalam gelandangan jadi keamanan jelas kurang terjamin.

Dua hari sebelum berangkat saya sudah punya rencana pasti mau kemana aja. Saya cek jadwal dan harga tiket kereta Bratislava-Berlin sangat cocok untuk trip kali ini. Beli online cuma 39E. E disini maksudnya Euro ya... abis saya tidak tau sih gimana caranya nulis symbol euro di facebook hehe... Saya booking dari bahn.de tapi sial tiket tidak bisa home print. Jadi mesti dikirim via pos. Nah kirim ke Singapore sama saja boong wong saya sudah mau pergi. Satu-satunya jalan kirim ke rumahnya mbak Yayuek di Belanda tapi lagi-lagi sial kalau kirim diluar jerman minimal 8 hari sebelum tanggal keberangkatan :( Saya kontak Aldhiana yang lagi di Berlin untuk saya pinjam alamatnya terus minta tolong mengirim ke hostel di Bratislava tapi ini juga sama saja boong karena (lagi-lagi) tetap butuh paling tidak 8 hari untuk sampai di Bratislava.

Oya saya tadinya tidak ada rencana ke Berlin. Tujuan utama saya cuma ke Bratislava. Tapi saya dengar pak Greg di Berlin dan Aldhiana juga pindah ke Berlin akhirnya saya kontak mereka. Sambutan mereka wuuuaaahhh... welcoming bgtttt... akhirnya saya putuskan untuk ke Berlin. Big thank untuk Aldhiana yang menjemput di stasiun, mengijinkan saya nginep di apartementnya yang nyaman, masakin dan nemenin jalan-jalan. Big thank juga untuk pak Greg yang memperkenalkan masakan Turki (ato Lebanon?) yang super nggilani porsinya hehe...

And very very big thank to mbak Yayuek, mas Gino dan Soraya... thank you for everything :) Saya benar-benar merepotkan ya hehe... semoga tahun depan saya bisa ke tempat lain jadi tidak merepotkan lagi haha...

Ini note sebenarnya pengantar tapi kok isinya sudah ucapan terima kasih ya...eemmm... Ucapan terima kasih biasanya di awal atau di akhir sih? Bingung... yang jelas besok-besok saya nulis note detail perjalanan buat teman-teman yang suka backpacking. Sekedar berbagi info transport, hostel dan wisata murah meriah di beberapa negara di Eropa :)

No comments:

Post a Comment